Berangkat Haji Satu Calon Tewas
Penuhi Panggilan – bus pengantar rombongan calon haji asal Wonosobo berjalan menuju Asrama Haji Donohudan Solo dilepas oleh para keluarga di halaman Sasana Adipura kemarin (3/10). (photo:sumali)Satu calon haji asal Wonosobo gagal berangkat yakni Busri Karnoto, 50,  warga asal Siyono Kertek karena meninggal terkena penyakit dalam pada Minggu (2/9). Gagalnya satu calon haji ini maka total calon haji asal Wonosobo 655 orang. Busri Karnoto merupakan calon haji yang rencananya akan berangkat bersama istrinya Supiyah pada kloter 8 yang diberangkatkan kemarin (3/9) dari Wonosobo menuju Asmara Haji Donohudan Solo. Kendati suami meninggal, Supiyah tetap memilih berangkat bersama rombongan di Gedung Sasana Adipura kemarin. Menurut Kepala Kantor Kementrian Agama  Wonosobo, Muhtadi, secara keseluruhan calon jamaah haji Wonosobo yang tergabung dalam kloter 7,8, dan 9 diberangkatkan kemarin. Untuk rombongan kloter 7 yang dilepas Bupati Wonosobo, berangkat jam 03.00 WIB dari Sasana Adipura Kencana dengan jumlah calon jamaah haji sebanyak 102 orang.

“ Pemberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai kloter. Hal ini menyangkut lalu lintas dan sistem pemberangkatan di Donohudan,”katanya.
Dijelaskan dia, untuk  kloter 7 merupakan gabungan rombongan calon haji asal Wonosobo dan Magelang, dan akan berangkat ke jeddah melalui Asrama Haji Donohudan Solo, pada selasa (04,10) jam 08.00 wib. Sedangkan Rombongan kloter 8 yang juga dilepas Bupati Wonosobo, berangkat dari sasana adipura kencana jam 06.00 wib dengan jumlah calon jamaah haji sebanyak 370 orang.
“Khusus kloter 8 seluruhnya merupakan rombongan calon haji asal Wonosobo, dan akan berangkat ke Jeddah selasa  pukul 11.00 wib,”katanya.
Sedangkan rombongan kloter 9 dilepas oleh Sekretariat Daerah Wonosobo, Eko Sutrisno, jam 09.00 wib dari sasana adipura kencana, dengan jumlah calon jamaah haji sebanyak 184 orang. kloter 9 merupakan gabungan
rombongan calon haji asal Wonosobo dan Kalimantan Tengah, dan akan berangkat ke Jeddah melalui asrama haji donohudan solo, selasa (04,10) jam 14.00 wib.
WONOSOBO EXPO 2011
Untuk mempromosikan industri rumah tangga dan kesenian budaya Wonosobo. Jelang peringatan hari jadi pada 24 Juli mendatang, akan digelar Wonosobo Ekspo. Dalam event yang direncakanan selam lima hari (7-11/7) ini akan dipamerkan berbagai hasil industri UMKM. Selain itu, dalam even yang sama akan dilakukan temu Buyer bersama pelaku UMKM.

Menurut Agus Purnomo Kepala Bagian Humas Setda Wonosobo yang juga Ketua Panitia Wonosobo Ekspo, pada even ini akan dihelat di Halaman dan Gedung Sasana Adipura. Jumlah instansi dan lembaga yang akan terlibat mencapai 128 peserta.

“ Yang akan dipamerkan dalam ajang ini dari berbagai hasil industri dan karya budaya Wonosobo. Selain itu juga ada bazar otomotif dan elektronik,”katanya.

Disebutkan dia, Wonosobo Expo akan diprioritaskan pada potensi kuliner dan produk unggulan daerah melalui UMKM, namun juga wajah Wonosobo melalui berbagai potensi yang ada, seperti kerajinan, makanan khas, serta berbagai produk konsumtif untuk dinikmati seluruh masyarakat Wonosobo dan luar Wonosobo.

“ Pada Pembukaan Wonosobo Expo 2011 ini, juga sebagai pembuka peringatan Hari Jadi Wonosobo,  dimana Penyerahan panji-panji daerah dari Bupati kepada Camat secara simbolis yang kemudian akan dikirab di setiap kecamatan dan desa,” katanya

Tak hanya itu, kata dia, dalam rangkaian acara ini juga akan di launching Baju Adat Wonosobo dalam bentuk Peragaan Busana Adat Wonosobo oleh para pejabat Pemkab, Kesenian Tradisional seperti tari Pesona Batik dan Kesenian Reog, Keroncong, serta Festival Kuliner .

“ Kita berharap, Wonosobo Expo 2011 bisa menjadi ajang wisata kuliner, wisata edukasi, wisata hiburan, dan promo unggulan daerah,”katanya.

Ditambahkan dia, selain memerkan hasil karya dan industri lokal kepada publik. Sebagai upaya mendongkrak pasar hasil industri UMKM dalam rangkaian ini juga akan digelar temu usaha antara pellaku UMKM dan Buyer yang didatangkan dari berbagai daerah termasuk luar negeri. Tujuannya agar para pelaku UMKM bisa memperluas jaringan pemasaran hasil produksinya melalui para buyer.

“ Target kita setelah temu usaha, akan ada komitmen antara pelaku UMKM dan buyer dalam memasarkan hasil industri Wonosobo,” pungkasnya.

sumber : e-wonosobo.com
Endank Soekamti Gemparkan Wonosobo
Erik volakis dan juga basis Endank Soekamti  tengah memotret para kamti (penggemar)(photo:sumali)Aksi kelompok musik Endank Soekamti pada Rabu (15/6) malam di Sasana Adipura Wonosobo benar-benar mampu menghipnotis para kamtis (sebutan fans). Kelompok musik asal Jogjakarta beraliran punk ini, disambut dengan  jingkrak Pogo oleh para Kamtis dalam sepanjang pertunjukan.
Grup musik berawak Ari (drum), Dori (gitar), dan Erik (bass dan vokal) mampu tampil memukau dihadapan para fans beratnya. Sebab, dalam pertunjukan music gelaran A mild tersebut tidak hanya dipadati fans asal Kota dingin, namun sejumlah fans dari Kabupaten dan Kota tetangga seperti Temanggung, Banjarnegara, Purwokerto, Kebumen, Magelang bahkan dari Jokjakarta ikut menyambut aksi band asal kota Gudeg tersebut.
Sepanjang pertunjukan, Band asal Kota Jogja ini menyanyikan lagu bertajuk Bau mulut yang merupakan lagu hits album pertama mereka berlebelKelas 1. setelah suasana makin hangat, deretan lagu dari album Pejantan Tambun yang beraroma rock  mereka suguhkan.
“ Wonosobo ini kota yang sangat istimewa, hawanya dingin, namun Kamtis sangat panas,” teriak Erik Volakis disambut riuh tepuk tangan.
Sepanjang pementasan group yang mengusung lirik lagu beraroma lokalitas atau jawa ini, hampir tidak pernah sepi. Para kamtis berjingkrak sepanjang pertunjukan ala pogo satu persatu saling mengangkat tubuhnya dan digeser oleh penonton lain. Kendati begitu, sepanjang pertunjukan berlangsung aman.
(sumber : e-wonosobo.com) 
LULUS UN Siswa Corat - Coret Baju
Ribuan siswa kelas XII tingkat SMA di Wonosobo kemarin Senin (16/5) merayakan kelulusan dengan berbagai ekspresi. Selain mengecat seragam yang melekat ditubuh  menggunakan cat dan spidol, mereka juga menggelar konvoi di ruas jalan protokol dan kawasan wisata.
Perayaan kelulusan oleh para siswa dimulai sekitar pukul 10.00 WIB usai mendapatkan pengumuman di masing-masing sekolah. Dengan mengendarai sepeda motor siswa dari berbagai sekolah meliputi SMA, SMK dan MA ini memadati alun-alun Wonosobo.
Di lokasi ini, berbagai ekpresi merayakan kelulusan di lakukan oleh siswa, diantaranya menyemprotkan cat pada seragam, tanda tangan menggunakan spidol hingga foto bersama. Setelah itu, dengan menggunakan sepeda motor secara berboncengan para siswa yang eforia melakukan konvoi di sejumlah jalan protokol. Tak hanya itu, sebagian siswa juga berkonvoi ke kawasan wisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo melalui Kasi Pengembangan Kurikulum Agam Iskandar menyampaikan bahwa hasil ujian nasional tahun ini secara umum kelulusan mencapai 99 persen lebih.
“ Total untuk seluruh tingkat menengah yang tidak lulus se Kabupaten 26 siswa,”katanya
Dirincikan dia, bahwa untuk SMA dari 15 sekolah dari 2069 siswa  sebanyak 2051 siswa lulus, 18 anak tidak lulus. Dari jumlah tersebut tercatat 8 sekolah lulus seratus persen. Sedangkan untuk MA dari 412 siswa  5 anak tidak lulus.
“ Untuk MA ini berasal dari 3 sekolah,”katanya
Sedangkan untuk SMK, lanjut dia, jumlah siswa yang mengikuti Unas sebanyak 1859 dari 15 SMK hanya 3 anak yang tidak lulus. “ Untuk SMK ini 99,84 persen lulus,”tandasnya
Ditambahkan dia, bahwa untuk siswa yang tahun ini tidak lulus. Maka harus menunggu setahun lagi untuk mengikuti ujian nasional, atau mengikuti ujian paket C. Sebab pada tahun ini tidak ada ujian ulang.
“ Tahun ini berbeda dengan tahun lalu, tidak ada ujian ulang,” pungkasnya.
(sumber : e-wonosobo.com)
Korban Siswa SMK Informatika, 1 Tewas 1 Belum Ditemukan
Jasad Siswa SMK Informatika Ditemukan Tewas (photo:sumali)
Setelah melakukan pencarian selama 2 hari di sepanjang pantai Selatan Jatimalang Purworejo, kemarin Senin (22/3) Tim SAR berhasil menemukan Doni Kristianto, 17,  warga Tembelang  RT 4 RW 4 Kelurahan Rojoimo, Wonosobo yang terseret ombak pada Minggu (20/3). Ketika ditemukan jasad siswa kelas XIII SMK Informatika Wonosobo itu dalam keadaan tidak bernyawa. Sedangkan satu korban lagi Restu Yulianto ,17, warga Desa Bendungan, Selomerto, Wonosobo belum diketahui nasibnya.

Proses pencarian kedua siswa tersebut dilakukan Tim SAR Gabungan dari Purworejo, Wonosobo dan Jogjakarta. Selama tiga hari tim sar menyisir sepanjang sisi pantai Jatimalang. Namun, hingga kemarin baru berhasil menemukan satu siswa asal Wonosobo yang tengah liburan tersebut.
Menurut Wahab Abdillah, Tim SAR Wonosobo yang ikut melakukan pencarian. Bahwa sejak pagi tim gabungan melakukan penyisiran sepanjang sisi pantai, setelah melakukan penyisiran cukup lama, sekitar pukul 11.30 WIB Tim SAR mendapatkan informasi dari nelayan yang melihat sesosok jasad terbawa ombak pada jarak sekitar 50 meter dari bibir pantai.
“ Setelah mendapatkan informasi tersebut seluruh tim SAR mendekat pada posisi yang diinformasikan nelayan,”katanya. Karena ombak cukup kencang, kata dia, Tim SAR menunggu cukup lama. Baru setelah sekitar setengah jam, dari jarak 20 meter jasad tersebut diambil menggunakan peralatan yang ada hingga berhasil diangkat ke tepi laut.
“ Proses pengambilan cukup lama, karena ombaknya cukup kencang. Kita menunggu sampai kondisi ombak aman untuk dilalui,”katanya
Hardi, Tim SAR Purworejo menambahkan, bahwa setelah berhasil dibawa ke tepi laut sekitar pukul 13.30 WIB jasad tersebut dibawa ke RSUD Saras Husada Purworejo untuk dilakukan otopsi. Saat ditemukan korban amuk ombak Jatimalang ini menggunakan celana panjang warna hitam tanpa mengenakan baju. Kondisi tubuh korban masih utuh. Namun pada beberapa bagian tubuh terdapat lecet-lecet. Dimungkinkan akibat terhempas ombak yang kencang. Setelah dilakukan pengecekan berdasarkan keluarga korban dilokasi, jasad tersebut ada Doni Kristianto siswa kelas XIII SMK Informatika Wonosobo.
“ Setelah dilakukan otopsi, rencana jasad akan langsung dibawa ke Wonosobo untuk dikebumikan,”pungkasnya (rase)

Pembatasan Premium Belum Didukung Fasilitas SPBU
salah satu SPBU di Wonosobo yang belum menyediakan fasilitas BBM jenis Pertamak. (Foto : Ariswanto)Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Wonosobo, Drs Oman Yanto MM mengungkapkan, di Kabupaten Wonosobo banyak fasilitas SPBU yang kurang memadai. Kondisi tersebut membuat rencana Pertamina melakukan pembatasan konsumsi premium bersubsidi belum bisa diaplikasikan di tingkat daerah.
Oman mengungkapkan, dari delapan SPBU di Wonosobo, hanya ada tiga SPBU yang memiliki layanan pertamax. Padahal jika BBM jenis premium dibatasi pengganti alternatifnya adalah pertamax.
“Kondisi itulah yang membuat rencana realisasi pembatasan premium belum siap untuk dilakukan di daerah. Karena secara teknis kondisi riil di lapangan memang tidak memungkinkan. Jika dipaksakan yang jelas akan terjadi permasalahan pada tahapan realisasinya,” katanya di Wonosobo.
Oman mengatakan permasalahan lain, seperti yang diatur dalam rencana pembatasan yakni untuk jenis kendaraan yang pembuatannya tahun 2005 ke atas terkena pembatasan, sedangkan yang di bawahnya tidak. "Isu tersebut dalam sepekan ini mulai mempengaruhi beban psikis konsumen. Terutama para pemilik kendaraan yang tahun pembuatannya di bawah tahun 2005," paparnya.
Menurut Oman, kemungkinan besar rencana pembatasan BBM premium bakal ditunda atau batal. Karena baru sebagian kecil SPBU yang melengkapi fasilitas penyediaan BBM jenis pertamak maupun bio solar. (Krj/Art)
TKI Wonosobo hampir 30% mengalami tindak kekerasan
Perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih sangat lemah. Berbagai kekerasan dan eksploitasi terus mengancam. Bahkan tindakan kekerasan menimpa para TKI sejak berangkat, di tempat kerja hingga waktu kepulangan. Hasil penelitian cepat yang dilakukan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Wonosobo. Bahwa TKI asal Wonosobo hampir 30 persen mengalami tindak kekerasan. Jenisnya kekerasan beragam, dari mulai ditipu, dieksploitasi, gaji tidak dibayar, korban seksual majikan,  bahkan menjadi korban trafficking.
Ketua SBMI Cabang Wonosobo, Maizidah Salas memaparkan, bahwa daftar kekerasan yang dialami oleh para TKI ini didapatkan melalui penelitian cepat yang dilakukan oleh pihaknya di Kecamatan Kaliwiro dengan mengambil sempel di Desa Tracap.
Menurutnya, untuk Kecamatan Kaliwiro berdasarkan data dari 21 Desa yang dihimpun. Tercatat 414 orang menjadi TKI (laki-laki) sedangkan 1074 menjadi TKI (perempuan). Jumlah tersebut merupakan TKI yang masih aktif bekerja di luar negeri hingga akhir tahun 2010.
“ Data ini kita dapatkan dari beberapa sumber di lapangan termasuk pihak pemerintah desa. Namun yang masih aktif,”katanya
Untuk penelitian yang secara detail, kata dia, pihaknya mengambil sempel di Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro. Di desa yang berpenduduk 3300 jiwa tersebut, tercatat 400 orang pernah dan sedang bekerja sebagai TKI dan yang masih aktif diluar negeri sebanyak 177 orang. Parahnya mantan TKI yang sudah tidak berangkat lagi ditemukan 199 orang menjadi korban kekerasan, dan 80 persen korban adalah kaum hawa.
“ Berdasarkan penelitian, kekerasan dihadapi oleh TKI sejak sebelum berangkat, pada masa kerja, hingga proses pemulangan,”katany
Dirincikan dia, bahwa untuk jenis kekerasan yang dihadapi TKI beragam. Untuk proses sebelum berangkat, sebagian besar TKI Perempuan mengalami kekerasan dari para calon hingga di proses persiapan berangkat atau dipenampungan PJTKI. Umumnya kekerasan yang dialami berupa larangan berhubungan dengan keluarga, diminta potong rambut, hingga iming-iming gaji besar namun pemberangkatan ditunda. Selain itu, terdapat 20 persen TKW diberangkatkan dibawah umur. Modusnya para calo bekerjasama dengan aparat desa menaikan umur calon TKW tersebut.
“ Calon majikan di luar Negeri, tidak ada yang menerapkan wajib potong rambut. Namun PJTKI seolah mewajibkan apabila tidak mau disoal,”katanya
Sedangkan selama proses kerja, kata dia, untuk TKW kebanyakan bekerja semagai Pekerja Rumah Tangga (TKW). untuk  yang berada di Arab Saudi hampir sebagian besar mengaku menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh majikan. Sedangkan TKW di Malaysia kekerasan banyak mereka alami dilakukan oleh polisi yang bekerjasama dengan para majikan. Dia mencontohkan para TKW di Malaysia pada kontrak awal kerap diminta seluruh dokumen pribadinya, sehingga ketika k eluar majikan bekerjasama dengan polisi menyuruh menagkap sehingga kena hukuman TKI Illegal.
“ Modus ini sangat jelas, karena banyak majikan yang meminta dokumen pribadi kemudian ketika dikonfirmasi polisi mengaku tidak pernah meminta sehingga TKW tersebut tercatat illegal sehingga majikan tidak perlu membayar gaji termasuk ongkos pemulangan,”katanya
Sedangkan di Singapura dan Taiwan, kata dia, TKW kerap menerima kekerasan berupa eksploitasi. Menurutnya ada sejumlah mantan TKI yang pernah menjadi korban eksploitasi karena dipekerjakan secara berpindah-pindah namun tidak pernah dibayar gajinya.
“ Korban jenis eksploitasi ini tidak sedikit.dan kerap dihadapi oleh TKW,”katanya
Sedangkan untuk TKI laki-laki, kata dia, kebanyakan bekerja pada sektor perkebunan, perusahaan hingga pelayaran. Untuk yang bekerja di perkebunan dan perusahaan cukup banyak. Umumnya kekerasan yang dialami berupa penundaan gaji hingga ada yang tidak digaji sesuai kontrak kerja.
“ Untuk yang laki-laki tidak cukup banyak yang menjadi korban kekerasan fisik secara langsung,”katanya
Ditambahkan dia, bahwa penelitian ini akan dilanjutkan hingga tingkat Kabupaten. Kendati begitu, penelitian cepat ini sudah menunjukan bahwa sistem perlindungan dari pihak pemerintah terhadap TKI sangat lemah. terlihat dari proses rekrutmen, persiapan pemberangkatan, di tempat kerja hingga pemulangan, TKI hampir tidak pernah sepi dari ancaman kekerasan.
“ Kita mengharapkan dengan penelitian ini akan menjadi gambaran betapa negara bekerja lemah dalam melindungi warganya yang bekerja di luar negeri,”katanya (rase)
(sumber : e-wonosobo.com)
Gara-Gara Harga Cabai Turun, Petani Tak Rawat Cabai
Petani cabai di Kabupaten Wonosobo memilih membiarkan tanaman cabainya mengering ketimbang melakukan perawatan akibat turunnya harga dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

"Kalau memaksakan merawat, memang bisa dilakukan panen sampai tiga kali. Namun, tetap sia-sia karena harganya tidak sebanding dengan biaya perawatan sehingga lebih baik membiarkan mengering,' kata Petani Cabai di Kecamatan Mojotengah, Rohmat.
 
Menurut Rohmat, harga cabai merah di tingkat petani sebelumnya tembus Rp 35 ribu per kilogram dan saat ini turun menjadi Rp 6 ribu. Dan, petani akan kembali menanam jika harga sudah membaik di kisaran Rp 17 ribu per kilogram.

Sementara itu, Pengepul Cabai, Kurdi mengatakan kondisi ini akibat penurunan permintaan di luar pulau jawa sehingga para tengkulak enggan mengambil risiko dibandingkan saat harga masih tinggi.

"Sebelumnya, permintaan tetap tinggi dan pasokan di petani terbatas sehingga berani membeli harga tinggi. Saat ini sebaliknya, pasokan melimpah dan permintaan turun sehingga harga terus merosot," ujarnya. (Krj/Art) 
(sumber e-wonosobo.com)
Polres Wonosobo Buru Dirut Perusahaan Trading Emas
Kantor BSS digeruduk oleh massa yang menanyakan tentang nasib dari dana yang mereka investasikan. (photo:sumali)Setelah berhasil memblokir rekening bank atas nama Tan Tandi Gunawan Direktur Utama CV. Bina Sinar Sejahtera (BSS). Jajaran Polres Wonosobo terus mencari keberadaan Dirut Perusahaan Trading Emas bermasalah tersebut.
Sebab, berdasarkan laporan, Tan Tandi Gunawan telah membawa kabur aset milik CV. BSS hingga perusahaan itu tertunda memberikan komisi kepada nasabahnya.
Menurut Kapolres Wonosobo AKBP Yaved Duma Parembang sebagai langkah pengamanan, pihak kepolisian telah memblokir dua rekening yang diduga sebagai penyimpan uang milik CV. BSS. Dua rekening itu atas nama suami istri yakni Tan Tandi Gunawan dan Triyana Yanti.
“Pembekuan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas aduan atasnama Eko Cahyono direktur operasional CV. BSS yang melaporkan bahwa Tan tandi Gunawan telah menggelapkan aset perusahaan CV. BSS,”katanya
Dijelaskan dia, bahwa setelah melakukan pembekuan rekening, kini pihak kepolisian terus melakukan pencarian keberadaan Tan Tandi Gunawan yang diduga telah melakukan penggelapan. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum berhasil  menemukan Tan Tandi Gunawan. Sebab hingga saat ini Tan Tandi Gunawan dan keluarganya belum diketahui  keberedaanya.
“ Kita terus menggali informasi, sampai saat ini belum kita temukan keberadaan Tan tandi Gunawan,”katanya
Mengenai pengembalian uang bagi nasabah, kata Yaved, hingga saat ini rekening belum bisa dicairkan. Menurutnya berdasarkan peraturan untuk pencairan rekening, karena tabungan yang berada pada rekening milik Tan Tandi Gunawan milik perusahaan. Maka pihak manajemen baik komisaris maupun direktur operasinal harus segera mengurus pemindahan adminitrasi untuk menentukan nama pengganti.
“ Setelah nama pengganti muncul, nanti pihak polri akan mengusulkan kepada bank yang dimaksud untuk pemindahan nama pemilik rekening,”katanya
Sementara itu, pantauan Rase di kantor CV. BSS di jalan Kyai Muntang Kampung Sidomulyo hingga kemarin masih ditutup. Kendati begitu, para nasabah dan member masih nampak lalu lalang. Sebagian memilih duduk di halaman kantor sembari membaca pengumuman yang dipasang oleh pihak manajemen  tentang kemungkinan pencairan komisi dan pengembalian modal investasi.
Dalam pengumuman tersebut yang ditandatangani oleh Direktur Operasional CV. BSS Eko Cahyono menjanjikan bahwa pihak manajemen terus bekerja dan berjanji akan mencairkan dana komisi serta modal investasi yang ditanamkan oleh nasabah. Hanya saja untuk proses itu membutuhkan waktu cukup lama. Sebab, dalam kasus ini sudah ditangani oleh pihak Mabes Polri, Bapepti, Bapepan dan Badan Kepatuhan.
Eko juga menjelaskan pihak manajemen juga tengah menghitung aset yang dimiliki CV. BSS, tidak hanya yang berada di Wonosobo, namun juga menghitung aset yang berada di Semarang dan Surabaya. Setelah proses penghitungan ini selesai, dijanjikan pembangian komisi baru bisa dilakukan. (rase)
(sumber e-wonosobo.com)
Perluas Perpus Wonosobo, Butuhkan Dana 7M
Para pegawai KPU Wonosobo tengah membongkar paving di Halaman KPU Wonosobo akan dipasang di Kantor KPU yang baru ditempati Jalan Sabuk Alu karena untuk perluasan Perpustakaan kabupaten kantor KPU ikut dibongkar. (photo:sumali)Bangunan Perpustakaan Kabupaten Wonosobo pada tahun ini bakal diperluas. Dalam pembangunan tersebut digelontorkan anggaran mencapai Rp 7 miliar 70 juta  yang bersumber dari Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Rencananya pembangunan ini akan menambhak fasilitas dalam peningkatan pelayanan perpustakaan.
Menurut Kepala Kantor Perpustakaan Kabupaten Kabupaten Wonosobo, Susanto, bahwa rencana pembangunan Perpustakaan Kabupaten tersebut akan dimulai pada bulan ini, diawali dengan tender kepada pihak ketiga sebagai konsultan pembangunan.
“ Pekan ini rencana lelang bagi calon konsultan akan dilaksanakan,”katanya
Setelah lelang konsultan, lanjut dia, perencanaan selama 60 hari konsultan perencanaan pemenang tender akan bekerja untuk membuat rencana anggaran biaya (RAB) serta Detail engenering disain (DED) .Kemudian setelah kerja konsultan selesai maka akan dilanjutkan dengan pelaksanaan tender untuk menentukan pelaksana pembangunan.
“ Pada bulan April mendatang, sesuai perencanaan kita harapkan  pembangunan sudah dimulai,”jelasnya
Dijelaskan dia, bahwa rencana pembangunan Perpustakaan Kabupaten ini akan berada pada area tanah yang sama dengan bangunan saat ini. Namun untuk perluasan pembangunan sejumlah kantor seperti KPU, Dinas Priwisata dan Kebudayaan (Diparbud) , kantor LVRI serta sekretariat Pramuka akan dipindah. Sebab, seluruh area dimana tempat semua bangunan iru berdiri, akan dipugar dan dibangun untuk fasilitas Perpustakaan Kabupaten.
“Semua bangunan sesuai sertifikat yang berdiri akan dihancurkan kemudian akan dibangun untuk perpustakaan,”paparnya
Ditambahkan dia, bahwa dengan pembangunan ini direncanakan untuk fasilitas pelayanan perpustakaan akan bertambah. Diantaranya perluasan baca, ruang refferensi, penambahan fasilitas berupa ruang teater  untuk memutar film potensi Wonosobo, Ruang pameran produk industri lokal serta taman untuk pengunjung.
“ Harapannya dengan dibangun ruang pameran akan menjadi sarana peningkatan ekonomi. Selain itu untuk ruang teater diharapkan akan pijakan pertama bagi toris sebelum mengunjungi tempat wisata di Wonosobo,”tukasnya
Untuk pembagian area, imbuh dia, saat ini tanah yang dimiliki sekitar 9000 meter. Diatas tanah tersebut direncanakan akan dibagi untuk   bangunan perpustakaan 1400 meter, landscape 4400 meter, serta 3000 meter untuk area parkir.
“ berdasarkan sertifikat area tanah seluas 7310 meter. itu belum termasuk tempat menjual bunga yang masih masuk area Perpustakaan,”pungkasnya (rase)
(sumber e-wonosobo.com)
Gara" antraks, harga Sapi di Wonosobo Turun

Pedagang sapi menunggu perkembangan lebih baik (Foto:Ariswanto)Harga sapi potong lokal di pasaran Kabupaten Wonosobo mengalami penurunan akibat wabah antraks di Kabupaten Boyolali yang diindikasikan menyerang manusia. Saat ini harga turun dari Rp 6-8 juta menjadi P 5-5,5 juta per ekornya.


Pedagang sapi, Wagiman (56) mengatakan penurunan harga akibat merebaknya antraks dan tidak hanya terjadi untuk sapi potong namun sapi perah sehingga menguatirkan kondsii tersebut.


"Kami kuatir harga sapi terus turun seiring merebaknya kasus antraks di Boyoyali dan pedagang juga ketakutan menjual atau membeli sapi karena harganya tidak menentu. Karena itu, masih menunggu perkembangan lebih baik," tandasnya. (Krj/Art)
Menyambut HUT, Satpol PP Bersihkan Jalanan Pusat Kota
Petugas Satpol PP dan PKL membersihkan seputar Prasasti Adipura Kencana dan sejumlah ruas jalan protokol di pusat Kota Wonosobo. (Foto: Ariswanto)
Puluhan petugas Satpol PP yang biasanya bersitegang dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL) terlihat "mesra" bekerjasama membersihkan jalanan di pusat Kota Wonosobo dari sampah dan kotoran. Aksi ini dilakukan Satpol PP dalam menyambut HUT ke-61.
Kepala Kantor Satpol PP Wonosobo Haryono SSos di sela-sela kegiatan mengatakan, kegiatan bersih-bersih di jalan protokol di Pusat Kota Wonosobo ini sebagai bentuk pengabdian Satpol PP dalam menyambut Hari Ulang Tahunnya (HUT). “Kami sengaja mengajak para PKL untuk bersama-sama membudayakan terciptanya lingkungan bersih, indah, dan nyaman,” ujarnya.
Kegiatan bersih lingkungan didukung petugas dari UPT Pasar Induk Wonosobo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), DPU, dan masyarakat ini dilakukan di sepanjang Jalan Angkatan 45, Jalan A Yani, Jalan S Parman, Jalan Resimen, serta seputar Taman Plasa Wonosobo dan Prasasti Adipura Kencana.
Selain bersih lingkungan, lanjut Haryono, Satpol PP juga mengadakan bhakti sosial seperti donor darah, lomba panco, serta mengikuti Jambore tingkat Provinsi Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Banyumas. Instansi ini juga mendukung gerakan menanam pohon melalui program Gerakan Satpol Menanam. Ini dilakukan untuk menghijaukan wilayah perbatasan Wonosobo- Banjarnegara serta kawasan lahan kritis lainnya. (Krj/Art)
Suhu Oven Tak Stabil Bakarkan Pabrik Kayu
Kebakaran Pabrik Kayu CV. Cangda Industri(photo:sumali)
Pabrik Kayu CV. Cangda Industri  di ruas jalan lingkar Selatan Wonosobo tepatnya di Desa Wonolelo kemarin Jumat siang terbakar. Akibatnya sebagian mesin pengolahan  ludes terbakar. Diduga penyebab kebakaran karena suhu oven (tempat pemanas) kayu hingga api melalap seluruh kayu yang tengah dikeringkan. Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa.
Pantaun Radar Kedu dilokasi, akibat kebakaran api melalap sebagian tempat pengeringan kayu (oven). Untuk memadamkan api yang terus menjalar pemadam kebakaran cukup kerepotan.
Sebab, begitu disiram api terus membesar sebab hampir seluruh benda yang berada di sana adalah kayu kering. Sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama mecapai 3 jam. Parahnya, dilokasi pabrik tersebut tidak  Hydran (cadangan air) sehingga petugas pemadam membutuhkan waktu lama untuk mengambil air.
Menurut salah seorang karyawan, Usman, 35, penunggu mesin Oven kayu, bahwa kebakaran diketahui pada pukul 12.30 WIB. Saat itu sebagian besar karyawan laki-laki tengah jumatan. Sedangkan yang perempuan tengah beristirahat siang. Saat kembali bekerja tiba-tiba api sudah melalap sebagian bangunan pabrik.
“ Pabrik sedang sepi, karena semua karyawan sedang istirahat siang,” katanya
Dijelaskan dia, bahwa kebakaran diduga karena dipicu oleh kondisi suhu oven yang tidak stabil. Menurutnya sejak Kamis (24/3) malam mesin pengontrol temperatur terus naik turun. bahkan mancapai 160 derajat celcius. Padahal, kata dia, untuk standard pengeringan kayu hanya membutuhkan suhu 120 derajat celcius.
“ Saya tidak tahu, mungkin suhu naik turun karena sejak semalam kayu sudah ada yang terbakar. Namun kami belum berani membuka karena baru 5 hari. Sebab biasanya untuk pengeringan mencapai 8 hari,”tandasnya
Yunan Ikomah, Staf Direksi  CV. Cangda Industri menyatakan bahwa untuk oven yang terbakar sebetulnya kayu akan diambil pada siang setelah karyawan jumatan. Namun, belum sempat dibongkar oven sudah terbakar.
“ Biasanya depalan sampai sembilan hari. Namun karena karyawan ada yang menyampaikan sudah kering kita berniat membuka. Namun sudah terbakar terlebih dahulu,”katanya
Dijelaskan dia, bahwa pabrik Pengolahan kayu tersebut mempunyai 6 Oven pengering kayu. Namun pada siang kamarin hanya satu yang beroperasi. Untuk tiap over mampu mengeringkan kayu hingga 46 kibek.untuk sistem kontrol selama 24 jam tiap oven dijaga 3 orang. akibat kebakaran ditaksir kerugian mencapai ratusan juga.
“Tidak ada korban jiwa, sebagian besar karyawan tengah istirahat,” tandasnya
Ditanya mengenai standard kemanan perusahaan, perempuan berkaca mata ini mengaku bahwa pabrik yang bergerak dalam bidang pengeolahan kayu tersebut masih tahap penataan. Termasuk penyediaan hydran dan perlengkapan kemanan baru berencana dibangun.
“ Secara resmi kita sudah berdiri satu tahun. namun baru beroperasi selama 7 bulan,”katanya
Widodo Kepala Desa Wonolelo, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berulang mengingatkan pihak perusahaan agar melengkapi peralatan kemanana termasuk antisipasi kebakaran. Namun, hingga perusahaan beroperasi peringatan tersebut tidak pernah digubris.
“Beberapakali pihak pabrik sudah dingatkan untuk melengkapi standar keamanan.Tempo hari warga komplin karena suara genset menganggu, selain itu asap masuk kampung,”tandasnya
Dengan kebakaran ini, kata dia, pihak pemerintahan desa akan mengambil tindakan agar pihak peruasahaan benar-benar menaaati standar pengamanan. Sebab, posisi pabrik berbatas dekat dengan pemukiman warga yang sangat mungkin bisa memberikan dampak buruk kepada warga sekitar.
“ Kita akan lakukan peringatan lagi. karena sangat mengancam warga,”katanya (rase) 
(sumber e-wonosobo.com)
Cegah Pornografi, PCNU Melarang Menggunakan HP di Sekolah
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wonosobo mewacanakan lingkungan sekolah steril atau bebas dari segala macam bentuk hand phone (HP). Hal ini untuk mengantisipasi merebaknya konsumsi gambar dan film berbau pornoaksi maupun pornografi di kalangan pelajar di Wonosobo.

Ketua PCNU Wonosobo Arifin Shiddiq menjelaskan, penggunaan HP yang tidak terkontrol di kalangan pelajar sangat berpotensi dimanfaatkan untuk hal-hal berbau pornografi maupun pornoaksi. Meski belum ada data konkrit, namun berdasarkan pemantauan yang dilakukan sedikitnya ada 60 persen remaja pendidikan di atas SMP di Wonosobo telah mengkonsumsi film berbau porno.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Arifin, diperlukan langkah pencegahan secara dini melalui kebijakan pemerintah daerah didukung seluruh elemen masyarakat. Perlu disadari bahwa dalam menanggulangi masalah pornografi maupun pornoaksi di kalangan pelajar tidak bisa sebatas melakukan tindakan reaksional seperti dilakukan Satpol PP dengan melakukan razia.

Masalah pornografi harus ditangani secara sistematis, yaitu menutup peluang-peluang yang memungkinkan remaja bisa mengkonsumsi hal-hal berbau pornografi dan pornoaksi. Salah satunya dengan melakukan larangan terhadap pelajar untuk menggunakan HP di lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan mempunyai kekuatan dalam memberikan kebijakan dan intruksi ke sekolah-sekolah terkait larangan tersebut.

Kebijakan diatas juga perlu didukung dengan membentengi segala akses berbau pornografi di luar sekolah, seperti keberadaan warung internet (warnet). Pemerintah berkewajiban untuk memblokir situs-situs berbau pornografi maupun pornoaksi. Selain itu pengaruh lingkungan juga sangat menentukan prilaku anak, sehingga kontrol dari orang tua menjadi sangat penting agar anak tidak terjebak melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.(Krj/Art)
(diambil dr e-wonosobo.com)
Wonosobo Perketat Lalu Lintas Pengiriman Hewan
Antisipasi penyakit antraks, Disnakan Wonosobo perketat pengawasan di pasar-pasar hewan. (Foto : Ariswanto)Antisipasi penyakit antraks, Disnakan Wonosobo perketat pengawasan di pasar-pasar hewan. (Foto : Ariswanto)
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Wonosobo memperketat lalulintas hewan sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan wabah penyakit antraks masuk di Kabupaten Wonosobo. Fokus pengawasan dilakukan di pasar-pasar hewan dengan memeriksa kesehatan hewan ternak sapi maupun kerbau, terutama pasokan dari Boyolali.
“Meski di Wonosobo belum ada kasus antraks, namun pengawasan terus diperketat. Terutama hewan ternak dari luar daerah, khususnya dari Boyolali. Ini dilakukan menyusul adanya wabah antrak di Boyolali yang disinyalir menular ke manusia,” tandas Kabid Kesehatan Hewan dan Ikan Disnakan Wonosobo, drh Sutomo di sela-sela pengawasan di pasar hewan Wonosobo.
Menurut Sutomo, bukan hanya lalu lintas hewan ternak dari luar saja yang diawasi. Disnakan juga memperketat penjualan daging sapi dari luar daerah yang masuk ke Wonosobo. Sebelum dijual di pasaram, pedagang yang mengambil daging dari luar daerah, wajib memeriksakannya di rumah pemotongan hewan (RPH) di Wonosobo.
Dalam pencegahan wabah antraks masuk Wonosobo, jelasnya, peran dan kerjasama para peternak juga sangat dibutuhkan. Peternak harus segera melapor kepada petugas kesehatan hewan terdekat, jika mendapati ada ternak yang menunjukkan gejala penyakit disebebkan bakteri Bacillus Anthracis tersebut.
Terpenting, para peternak maupun pedagang hewan ternak yang membeli hewan ternak terutama sapi dan kerbau dari luar Wonosobo, wajib melaporkan dan memeriksakan kepada petugas kesehatan hewan di Wonosobo. “Pengawasan terus dilakukan, kami tidak ingin kecolongan,” ujarnya. (Krj/Art) 
(diambil dr e-wonosobo.com)
Akhirnya BKD Wonosobo Minta Bukti Calo CPNS
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo, M Zuhri membuktikan keberadaan calo dalam proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dilaksanakan mandiri ole pemkab.


"Kalau memang ada kami siap tindak tegas, tapi kalau tidak terbukti tidak perlu ditanggapi. Semua proses yang dilakukan sudah sesuai prosedur," tegasnya.


Menurut Zuhri, kalau memang ada indikasi terjadi percaloan dalam penerimaan CPNS silahkan semua pihak turut menelusuri dan membuktikan. Bahkan, tidak menginginkan berkemang menjadi komoditas dan berdasarkan hasil penelusuran internal pegawai BKD, sudah dapat dipastikan tidak ada oknum yang bermain dalam perekrutan CPNS.


"Proses input data nilai peserta tes secara profesional sudah dilakukan oleh salah satu perguruan tinggi di Semarang. Semua proses sudah dilakukan secara transparan, tidak ada kecurangan" tandasnya. (Krj/Art)
(diambil dr e-wonosobo.com) 
Mahasiswa UNSIQ Wonosobo Bakar Gambar Nurdin
Bakar Nurdin Kholid – Belasan  Tim Sepak Bola Mahasiswa Unsiq mengutuk Nurdin Kholid yang kini masih bercokol memimpin PSSI. (photo:sumali) Aksi protes dan kebencian terhadap Ketua PSSI Nurdin Kholid terus bermunculan. Kemarin (24/2) belasan Tim kesebelasan Sepak Bola Foot Ball Bangkit Universitas Sains Al Quran (Unsiq) menggelar aksi membakar gambar Nurdin Kholid di Halaman Kampus Kalibeber.

Aksi Tim sepak Bola Mahasiswa Unsiq berlangsung siang. Sebelum
melakukan aksi protes, para mahasiswa sambil mengenakan pakai kesebelasan Unsiq melakukan doa bersama di depan Masjid Al Furqon Unsiq. Usai berdoa, sambil menenteng poster yang berisi hujatan terhadap Nurdin Kholid meneriakan yel-yel. “ Nurdin Turun, Nurdin turun,” sambil berjalan mengitari kampus.

Setelah mengitari kampus,  peserta aksi kemudian membakar gambar
Nurdin Kholid yang bertuliskan Terkutuk Nurdin Kholid serta beberapa tulisan hujatan lainnya.

Dalam orasinya Koordinator Aksi, Ramdhani menyatakan bahwa aksi protes
terhadap Nurdin Kholid sebagai bentuk keprihatinan terhadap organisasi sepak bola nasional yang kini dijadikan alat politik.

Menurutnya, bercokolnya Nurdin Kholid sebagai representasi kekuatan
partai politik tertentu.

“ Bagaimana sepak bola bisa maju, kalau sudah dijadikan kendaraan
politik,”katanya

Sedangkan mengenai Nurdin, Ramdhani menilai tidak layak lagi memimpin
PSSI. Sebab selama dalam kepemimpinan Nurdin PSSI tidak mengalami perkembangan. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tindakan Nurdin, selain tidak mempunyai kemampuan mengelola sepak bola, diduga sebagai pelaku
korupsi.


“ Nurdin terkutuk saatnya turun. Koruptor tidak boleh memimpin
olahraga,” tegasnya.

Terpisah Wakil Ketua Pengcab PSSI Kabupaten Wonosobo, Muawal Soleh
saat dikonfirmasi berkaitan dengan perkembangan isu penolakan pencalonan kembali Nurdin Halid mengaku akan berkoordinasi dengan jajaran pengurus.

“Kita akan koordinasikan terhadap pengurus terkait sikap kita terhadap
PSSI, Karena sudah menjadi isu nasional,” katanya. (rase)
(diambil dr e-wonosobo.com)
Banyak Aduan Percaloan Warnai CPNS Mandiri 2010 di Wonosobo
Praktik percaloan mewarnai seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Mandiri 2010 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Sedikitnya ada lima orang yang menjadi korban calo telah melapor ke DPRD Kabupaten Wonosobo.

Menanggapi permasalahan ini, anggota Komisi D DPRD Wonosobo, H Afif Nurhidayat mendesak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonosobo serius dalam menelusuri percaloan dalam proses rekrutmen CPNS 2010 yang dilangsungkan secara mandiri. “Tidak sedikit masyarakat mengadukan telah menjadi korban percaloan,” tandasnya di Wonosobo, Rabu (23/2).
Disebutkan Afif, setiap calon pegawai yang menjadi korban percaloan ditarik uang yang jumlahnya bervariasi, antara Rp 80 juta hingga Rp 150 juta. Sebagian besar korban berasal dari pegawai tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan. Selain itu, Komisi D juga mendapati calon pegawai negeri yang sudah ditarik uang, selanjutnya uangnya dikembalikan karena tidak jadi ikut dalam pengangkatan.
Hal sama disampaikan Ketua Fraksi Gerakan Nahdlatul Umat (FGNU) DPRD Wonosobo HM Khafid. Pihaknya juga menerima aduan korban yang menjadi praktek percaloan CPNS. Praktik percaloan itu jelas mengusik semangat upaya memberantas korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkungan Pemkab Wonosobo. “Kami meminta BKD untuk mengusut tuntas oknum yang terlibat,” tegasnya.
Sejauh ini, lanjut Khafid, anggota Fraksinya sedang mendiskusikan terkait kemungkinan ada oknum orang dalam yang sengaja menjadi calo CPNS. Menurutnya pelaksanaan CPNS mandiri di Kabupaten Wonosobo berpeluang besar terjadinya aksi percaloan dan manipulasi hasil tes. (Krj/Art)
(diambil dr e-wonosobo.com)
Banyak Utang, 2 Orank ABG Curi Ponsel, DVD player, dan Speaker
Dua anak baru gede (ABG), Asm (15) dan Mum (19) nekat mencuri ponsel, DVD player dan speaker aktig di rumah milik Nurparto (45), Warga Kampung Sidodadi, Kecamatan Kalijakar, Kabupaten Wonosobo karena terlibat utang.

Kedua tersangka di hadapan penyidik Polres Wonosobo (Foto : Ariswanto)
Kabag Humas Polres Wonosobo, AKP Widayatno, Rabu (23/2) mengatakan aksi keduanya dilakukan dengan naik genteng rumah dan langsung menggasak barang-barang berharga. Naas, aksi kedua ABG ya6ng hanya lulus sekolah dasar tersebut berhasil ditangkap jajaran anggota Polsek Kalikajar.

Korban langsung digelandang di Mapolres Wonosobo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di hadapan petugas, tersangka Asm dan Mum mengaku terpaksa mencuri karena terbelit utang dan uang hasil penjualan digunakan untuk bersenang-senang.


"Kedua tersangka mendekam di tahanan Polres Wonosobo. Akibat tindakan tersebut kedua tersangka terjerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara."  
(Krj/Art) 
(diambil dr e-wonosobo.com)
Wonosobo Waspadai Penyakit Leptopirosis
Leptopirosis yang akhir-akhir ini melanda sejumlah daerah mendapat perhatian Dinas Kesehatan (dinkes) Wonosobo. Salah satunya menghimbau Puskesmas di tiap-tiap kecamatan untuk melakukan antisipasi dengan melakukan deteksi dini terhadap penyakit mematikan tersebut.
“Sejauh ini memang belum ditemukan kasus leptopirosis di Wonosobo. Namun demikian antisipasi tetap kami lakukan sebagai langkah kewaspadaan. Dinkes sudah melakukan koordinasi sampai tingkat puskesmas untuk melakukan antisipasi,” tandas Kepala Dinkes Wonosobo Junaedi SKM MKes di kantornya, Rabu (23/2).
Penyakit yang disebabkan oleh sejenis kabteri atau kuman Leptospira ini ditularkan melalui air kencing tikus yang terbawa air. Manusia yang mengalami luka di kulit dan terkena air terkontaminasi kuman leptospira akan sangat rentan terjangkit penyakit leptopirosis.
Menurut Junaedi, gejala penyakit leptopirosis hampir sama dengan penyakit pada umumnya. Biasanya penderita mengalami demam menggigil diertai pegal-pegal di bagian betis dan punggung. Pada massa inkubasi biasanya juga disertai nyeri kepala, nyeri tenggorokan, batuk kering, mual-muntah, sampai mencret.
Pencegahan terhadap leptopirosis bisa dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat di lingkungan masing-masing. Mengingat, dari gejala penyebaran leptospirosis yang terjadi di sejumlah daerah, kebanyakan diakibatkan karena perilaku hidup sehari-hari yang kurang menjaga kebersihan. (Krj/Art) 
(diambil dr e-wonosobo.com)